Tepatnya 11 Juli 2011 lalu (masih dalam rangka liburan), saya mencari tempat jalan2 yang irit bin irit ...
Tiba2 saya ingat satu museum yang ada di kota Bogor, yaitu museum zoologi yang ada di Jalan Juanda No. 09, dari depok ke bogor cuma butuh waktu 45 menit, tapi jalanan lagi lancar loh..

emang agak miris sih, saya yang dulunya mahasiswa
Biologi baru sempat berkunjung kesana sekarang...
Museum Zoologi ternyata menyatu dengan Kebun Raya Bogor. jadi bila kita berkunjung ke Kebun Raya Bogor secara otomatis sudah dapat masuk ke dalam Museum Zoologi. Harga tiketnya pun tidak bisa dikatakan murah. Terakhir saya ke KRB hanya dengan membayar Rp. 3000 (tidak termasuk museum zoologi). eh s
ekarang sudah Rp. 9
500,-

(sudah termasuk museum zoologi).
Mungkin itu juga merupakan salah satu trik agar museum zoologi lebih ramai didatangi pengunjung.
Ketika sampai disana, saya cukup terkejut. Karena koleksi hewan awetan disana di luar dugaan saya. Museum zoologi memiliki koleksi hewan yang beb
erapa sudah langka dan sulit ditemui di kota besar saat ini.
Di pintu masuk saya disambut dengan 3 kerangka hewan.

Rangka hewan di belakang saya dari kiri ke kanan adalah anoa, Harimau Sumatera dan Tapir.
Dari situ saya langsung menuju ruangan yang berisi burung-burung.
Secuap tentang burung . . . Burung (aves) adalah hewan vertebrata yang memiliki bulu dan sayap. Ciri lainnya untuk mengklasifikasikan kekerabatan mereka adalah adanya paruh dan cakar. Ilmu yang mempelajari burung disebut ornitologi, berasal dari kata ornis yng artinya burung, dan logos artinya ilmu.
Berikut ini adalah sebagian kecil burung yang saya ambil gambarnya.
Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) Burung rangkong senang makan buah-buahan terutama dari jenis Ficus dan palem. Tapi terkadang mereka juga memakan serangga, tikus kecil, bengkarung, dan burung kecillainnya.
Mereka senang hidup di pohon tinggi, membentuk koloni 3- 5 kelompok.
Burung Manyar (Ploceus philippinus L.)Burung Manyar membuat sarang yang khas, sehingga sarangnya lebih mudah dikenal daripada burungnya. Sarangnya dianyam dari rumput-rumputan dan digantungkan pada ujung ranting pepohonan, misalnya pohon randu, asem, dan palem.
Burung madu hitam gunung (Nectania sperata).
Burung madu memiliki paruh panjang dan ramping. Paruh ini berfungsi untuk memeriksa bagian dasar bunga untuk mendapatkan madunya.
Burung Elang-Brahminy Kite (Haliastur indus intermedius)Burung elang suka memburu hewan yang agak besar, terdapat di seluruh tanah perkebunan, sepanjang pantai, dan pelabuhan.
Mereka senang memakan bangkai bekas makanan para binatang puas. Tak jarang mereka berperan sebagai penyebar penyakit (virus) seperti antraks.Mereka juga suka menangkap mangsanya hidup-hidup.
Alap-Alap Tikus/ Black Winged Kite(Elanus Caeruleus)Burung alap-alap tersebar hampir di seluruh daerah panas di Indonesia. Makanan utamanya adalah tikus. Mangsa lainnya adalah serangga, kepiting, dan katak. Mereka senang berburu secara sendiri-sendri. Sering terlihat melayang-layang diatas sawah mencari mangsanya.
Kasuari (Casuarius spp)Burung kasuari umumnya terdapat di Papua dan Australia. Mereka tidak dapat terbang karena sayapnya memendek menjadi semacam kawat. Burung ini hidup berkelompok terdiri atas 5-6 ekor. Makanannya berupa biji-bijian, pisang dan serangga kecil.

Kaki burung kasuari kuat dan tegap. Ketiga jari kakinya menghadap kedepan. Kaki kuatnya ini dilengkapi dengan kuku yang tajam. Hal ini berfungsi untuk berlari, berjalan jauh, dan menangkap mangsa.
Kuau/ Argus Pheasant (Argusianus argus)Burung Kuau ini sekilas mirip dengan merak, namun sebenarnya ia termasuk famili Phasianidae, yang masih satu famii dengan ayam.
Tubuhnya begitu indah karena bulunya yang menjuntai saat menyentuh tanah. Penyebaran burung ini disekitar Kalimantan dan Serawak. Namun saat ini sudah mulai punah karena perusakan lingkungan akibat penebangan hutan. Hutan tropis yang lembab adalah habitatnya.
Mereka hidup berpasangan atau sendiri-sendiri. Burung Kuau adalah penghuni atau vegetasi lapisan bawah. Makanannya adalah biji-bijian dan hewan kecil dalam tanah, seperti serangga dan cacing.
Dari sekian banyak burung saya tertarik dengan burung kuau yang memang baru saya kenal namanya setelah berkunjung ke Museum Zoologi..
Bersebrangan dengan ruang burung, terdapat ruang mamalia yang tak kalah menarik dengan ruang burung.
Secuplik tentang mamalia...Mamalia berasal dari bahasa latin mamae yang artinya kelenjar susu. Jadi mamalia adalah hewan yang memiliki kelenjar susu (pada betina), dan beranak (melahirkan), tapi ada beberapa spesies yang bertelur. Selain memiliki kelenjar susu, mamalia juga memiliki ciri mempunyai rambut, tubuh berdarah panas (endoterm), dan memiliki daun telinga.
Dibawah ini adalah beberapa spesies dari kelas mamalia yang saya ambil gambarnya.
Bekantan/ Long nosed monkey (Nasalis Larvatus)Bekantan adalah salah satu jenis kera berhidung panjang dengan rambut coklat

kemerahan. Spesies ini hanya terdapat di Kalimantan khususnya daerah dataran rendah. Merek hidup bergerombol, sering terdapat di hutan rawa dan hutan bakau. Bekantan gemar mandi dan berenang. Selain itu mereka juga suka memakan buah yang lunak, tetapi makanan aslinya berupa kuncup daun dan tunas pohon bakau. Tidak merugikan dan tidak garang. Binatang ini dilindungi oleh Undang-Undang karea keberadaannya yang mulai terancam akibat penebangan hutan liar.
Krabuku (Tarsius spp)Krabuku adalah golongan kera yang aktif pada malam hari. Mereka gemar berburu mangsa diantara belukar. Mangsa yang mereka konsumsi adalah serangga, cecak, ular dan burung. Terdapat 2-3 jenis krabuku yang tersebar di Kalimantan, Sumatra, Bangka, dan sulawesi
.
Nokdiak-Spiny Ant Eater (Zaglossus bruijni)Hewan ini hanya terdapat di Irian Jaya. Nokdiak terdapat dalam sub kelas Monotremata, yakni hewan menyusui dan bertelur (1-3 butir). Telur yang dimasukkan langsung dimasukkan ke kantong di bawah perutnya. Telur akan menetas dalam jangka 10 hari. Anak Nokdiak akan terus tumbuh dan mendapatkan air susu di dalam kantong induknya sampai berumur satu tahun. Mulut nokdiak tidak bergigi, berbentuk tabung dan berlidah panjang. Lidahnya seperti sikat dan berperekat untuk menangkap anai-anai atau cacing sebagai pakan utamanya.
Musang/ Luwak/ Careuh - Common Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus)Musang tergolong hewan karnivora, tetapi mereka lebih menyukai buah masak dari pada daging. Biji buah yang ditelan tidak dicerna tapi dikeluarkan kembali melalui tinjanya dan akhirnya tumbuh menjadi tanaman baru. Sebagai contoh adanya kopi luwak yang sekarang sedang digemari masyarakat adalah salah satu conto hasil pemencaran musang/luwak dari buah kopi yang mereka makan.
Peranannya sebagai hewan pemencar biji penting bagi kesejahteraan manusia. selain kopi, mereka juga berperan sebagai pemencar biji aren. Sudak sejak zaman dahulu tumbuhnya pohon aren (bahan baku gula) selalu mengikuti pola penyebaran dan jasa musang.
Tenggeling - Peusing - Pangolin (Manis javanica)Tenggeling atau peusing adalah satwa menyusui, terdapat dikawasan sunda besar dan Filipina, ada sebagian di Asia dan Afrika. Mulut tenggiling tidak bergigi tapi berlidah panjang, berperekat dan dapat dijulurkan ntuk menangkap serangga sebagai makanan utamanya. Pencernaan makanan hanya terdjadi dalam perut. Kebiasaan mereka adalah menggulung diri sebagai upaya untuk mempertahankan diri bila diganggu. Pada saat melingkar tubuhnya sangat sulit dibuka dengan paksa.
Landak - Common Porcupine (Hystrix javanica)Landak adalah ammalia pengerat (rodentia) yang berduri panjang. Pada siang hari bersembunyi di dalam lubang tanah atau diantara batu-batu. Mereka mencari makan di malam hari,makanannya berupa umbi, akar, daun, kulit kayu, dan biji buah.
Di Indonesia, Landak terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka hidup di dataran rendah hingga dataran rendah.
Bajing Terbang (Petinomys hageni)Bajing terbang dapat meloncat dan terbang sejauh 65 m dari puncak pohon ke pohon lainnya. Mereka terbang bukan menggunakan sayap, tetapi glider, yakni peluasan kulit tipis di kiri dan kanan tubuh mereka yang menyatukan kaki depan dan belakangnya. Bajing terbang adalah hewan nokturnal yang makanannya berupa biji-bijian, dedaunan, ranting muda, pucuk tanaman, bunga dan akar-akaran.
Kubung- Tando-Calugo (Cynocephalus variegatus)Kubang termasuk golongan satwa yang terpisah dari bangsa bajing dan kelelawar. Binatang ini tidak dapat terbang, hanya melayang dari pohon ke pohon. Pemakan pucuk-pucuk dun dan buah polong. Mereka termasuk hewan nokturnal. Pada waktu siang tidur dengan keempat kakinya bergntung pada dahan-dahan. Terdapat di Burma, Malaysia, Kalimantan, Jawa, dan pulau kecil disekitarnya. Kubung dilindungi oleh negara.
Macan Dahan - Cloudle Leopard (Neofelis nebulosa diardi cuv.)Macan dahan jarang dijumpai manusi karena mereka bertempat tinggal di atas pohon saja. Mangsanya berupa monyet, mamalia lain, dan burung. Terdapat di Thailand, Malaya, Sumatera, Kalimantan, Nepal, India Utara, Birma, dan Cina Selatan. Macan Dahan dilindungi oleh Undang-Undang.
Kucing Hutan - Blacan -Menong Congkok - Leopard Cat (Felis bengalensis)Kucing hutan biasa hiduo di hutan dan menagsa satwa kecil lainnya. Hidupnya menyendiri tetapi kadang berkelompok yang terdiri dari induk dan anak-anaknya. Anakan kucing hutan yang dipelihara tampak lucu seperti anak kucing piaraan pada umumnya. Namun setelah dewas akan segera berubah sifat menjadi garang, dan melejit lari menjadi liar dan tidak akan kembali lagi.
Mamalia BesarBada
k terakhir di Priangan ( Rhinocerus Sondaicus )
Saya sempat kaget waktu melihat badak jawa ini, ukurannya besar sekali panjang dari moncongnya sampai bagian belakang sekitar 4 m, beratnya 2280 kg. Satu-satunya badak cula satu yang dapat kita temui hanya berada di Ujung kulon.
Banteng Ujung KulonSatwa yang ini juga gak kalah besarnya dengan Badak Priangan. Diorama ujung kulon di belakang saya ini menunjukkan banteng jantan dan betina. Hewan yang berwarna krem keputihan adalah banteng betina, sedangkan yang berwarna hitam dengan tanduk lebih besar adalah banteng jantan.
Paus Biru (Balaenoptera musculus)Kalau satwa ini hanya rangka nya saja yang dapat kita lihat. Kerangka paus biru begitu panjang dan besar sehingga memenuhi hampir satu ruangan. Namun sayangnya ruangan ini masih dalam tahap renovasi.
Hewan ini ditemukan mati terdampar di Pantai pamengpeuk, Priangan Selatan pada bulan Desember 1916. panjang 27,25 meter dan berat 119.000 kg. Paus Biru adalah binatang tersbesar yang pernah hidup di dunia. Termasuk binatang menyusui (Mamalia ). Makanannya terdiri atas plankton terutama krustacea kecil. Terdapat
di semua lautan tetapi jarang di dareah tropika. Betina dewasa setelah 5 tahun bisa mengandung (selama 11 bulan), anaknya bisa mencapai 7 meter panjangnya waktu lahir.
Reptil dan Amfibi . . .Reptil (binatang melata) adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang dan berdarah dingin memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai).
Amfibi umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang vertebrata yang hidup di dua alam; yakni di air dan daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk bermetamorfosa menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
Koleksi reptil dan amfibi di Museum Zoologi koleksi yang tersimpan tercatat 763 jenis, diwakili oleh 19.937 contoh.
Serangga (Insekta)Serangga 
adalah kelompok utama dari hewan beruas Arthropoda yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula
Hexapoda (berasal dari bahasa Yunani yang artinya berkaki enam. Koleksi Serangga di museum zoologi tercatat 12.000 jenis, diwakili 2.580.000 contoh spesimen.
selain itu koleksi di Museum Zoologi memiliki 12.000 jenis ikan yang diwakili oleh 140.000 contoh binatang dan 13.146 contoh moluska serta 1.558 contoh invertevrata non moluska dan serangga.
Bagaimana??
Tertarik tidak

untuk berkunjung ke sana

? dengan biaya yang murah meriah, kita dapat memperluas khasanah kita tentang satwa di Indonesia, Karena siapa lagi yang akan tahu dan belajar tentang fauna dalam negeri kalau bukan kita bangsa Indonesia...
Pergi dengan si buah hati atau dengan kawan-kawan menjadi pilihan yang pas untuk mengisi liburan atau weekend anda... museum ini keren kalau kita juga berpikiran keren tentang alam kita...sepulang dari sana anda bisa langsung menikmati beragam flora di Kebun Raya Bogor.
just enjoy your trip....
original photo by: Dyto Yudistiro